Minggu, 26 Mei 2013

Kalimat Efektif

Contoh makalah tentang Kalimat Efektif
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Allah SWT sebagai pencipta dan pengatur kehidupan di dunia,karena hanya dengan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini.

Makalah ini merupakan tugas mata kuliah Sintaksis yang dibuat oleh penulis guna menunjang proses belajar yang kini tengah dijalani penulis. Adapun judul makalah ini adalah “Kalimat Efektif”. Di dalam makalah ini dijelaskan tentang pengertian kalimat efektif, ciri – ciri kalimat efektif dan analisinya dalam kalimat berita pada media cetak.

Terlepas dari berbagai kekurangan dan kesalahandalam makalah ini, penulis sangat berharap agar makalai ini dapat membantu dalam memahami lebih lanjut tentang Kalimat Efektif.









    Padang,   Mei 2013


Penulis



 __________________________________________________Suci Pujiani___


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Bahasa berfungsi sebagai alat komunikasi baik lisan maupun tulisan. Artinya, bahwa bahasa adalah suatu alat untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan kemauan yang murni manusiawi dan tidak instingtif, dengan pertolongan sistem lambang – lambang yang diciptakan dengan sengaja(Prastyoningsih, 2001: 22). Penyampaian informasi atau pesan tersebut tentunya dengan menggunakan kalimat. Maka, agar pesan yang disampaikan oleh penutur dapat diterima oleh penerima hendaknya perlu memperhatikan penyusunan kalimat efektif.

Mahasiswa sebagai seorang yang terpelajar telah mendapat kesempatan seluas – luasnya untuk mempelajari penggunaan kalimat efektif. Hal ini memiliki konsekuensi, bahwa mereka harus mampu menggunakan bahasa baku dalam berbagai kepentinganyang bersifat resmi, baik tulisan maupun lisan. Dalam hal ini, untuk menghasilkan karya ilmiah yang baik seperti skripsi, mahasiswa perlu menguasai penggunaankalimat efektif. Hal ini wajar karena tanpa kalimat efektif gagasan dan pikiran yang akan disampaikan penulis kepada pembaca bisa salah tafsir.

B.     Tujuan
Secara umum tujuan makalah ini adalah untuk mengkaji bentuk kesalahan kalimat dalam berita pada media cetak.


  __________________________________________________Suci Pujiani___



BAB II
PEMBAHASAN
A.     Pengertian Kalimat Efektif
Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulis yang memiliki sekurang – kurangnya subjek dan predikat. Bagi seorang pendengar atau pembaca, kalimat adalah kesatuan kata yang mengandung makna atau pikiran. Sedangkan bagi penutur atau penulis, kalimat adalah satu kesatuan pikiran atau makna yang diungkapkan dalam kesatuan kata.

Efektif mengandung pengertian tepat guna, artinya sesuatu akan berguna jika dipakai pada sasaran yang tepat. Pengertian efektif dalam kalimat adalah ketepatan penggunaan kalimat dan ragam bahasa tertentu dalam situasi kebahasaan tertentu pula.

Beberapa pengertian kalimat efektif menurut beberapa ahli bahasa, yaitu:
1.      Rahayu: 2007
Kalimat efektif adalah kalimat yang bukan hanya memenuhi syarat – syarat komunikatif, gramatikal, dan sintaksis saja, tetapi juga harus hidup, segar, mudah dipahami, serta sanggup menimbulkan daya khayal pada diri pembaca.
2.      Akhadiah, Arsjad, dan Ridwan: 2001
Kalimat efektif adalah kalimat yang benar dan jelas sehingga dengan mudah dipahami orang lain secara tepat.
3.      Arifin: 1989
Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi kriteria jelas, sesuai dengan kaidah, ringkas, dan enak dibaca.
4.      Nasuca, Rohmadi, dan Wahyudi: 2009
Kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami oleh pembaca.


B.     Ciri – Ciri Kalimat Efektif
1.      Kesatuan gagasan
Memiliki subjek, predikat, serta unsur – unsur lain (O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal.
Contoh:  

Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang    dapat membantu keselamatan umum.
Kalimat tersebut tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subjek melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frasa depan di dalam (ini harus dihilangkan).

2.      Kesejajaran
Kesejajaran maksudnya ialah memiliki kesamaan bentukan/ imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya juga harus menggunakan imbuhan di-.
Contoh:
Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat –predikatnya. Yang satu menggunakan predikat aktif, yakni imbuhan me-, sedangkan yang satunya lagi menggunakan predikat pasif, yakni imbuhan di-.

Kalimat tersebut harus diubah menjadi:
-          Kakak menolong anak itu dengan memapahnya de pinggir jalan.
-          Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.

3.      Kehematan
Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata – kata yang tidak perlu. Penggunaan kata yang berlebihan hanya akan mengaburkan maksud kalimat.

Untuk penghematan kata – kata perlu diperhatikan hal – hal berikut:
1)      Mengulang sujek kalimat
2)      Hiponim dihindarkan
3)      Pemakaian kata depan “dari” dan “dari pada”

4.      Penekanan
Setiap kalimat memiliki sebuah gagasan (ide) pokok. Inti pikiran ini biasanya ingin ditekankan atau ditonjolkan oleh penulis atau pembicara. Menurut Zubeirsyah dan Lubis, (2007: 89) penekanan terhadap inti yang ingin diutarakan dalam kalimat biasanya ditandai dengan nada suara, seperti memperlambat ucapan, meninggikan suara, pada kalimat yang dipentingkan.

Beberapa cara membentuk penekanan dalam kalimat ialah:
1)      Meletakkan kata yang ditonjolkan di depan atau awal kalimat.
2)      Membuat urutan kata yang bertahap.
3)      Melakukan pengulangan kata (repetisi).
4)      Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan.
5)      Menggunakan partikel penekanan (penegasan).

5.      Kelogisan
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini, hubungan unsur – unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/ masuk akal.
Contoh:
Waktu dan tempat saya persilakan.
Kalimat tersebut tidak logiskarena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Kalimat tersebut harus diubah, misalnya:
Bapak rektor, saya persilakan naik ke podium. 


 
_________________________________________________Suci Pujiani___


C.     Contoh Analisis Kalimat Efektif Dalam Berita Media Cetak
(Terlampir)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa di Share yaa... :)